Thursday, 18 June 2020

Dilema Belajar Daring selama Pandemi (Corona Virus)

Oleh: Lany Tangkelangi

Kurang lebih tiga bulan belakangan ini pembelajaran berlansung secara daring atau on line. Belajar dari rumah menjadi satu-satunya pilihan saat ini, karena adanya kasus pandemi covid-19 atau yang lebih dikenal dengan corona virus. Bukan hanya di Indonesia tentunya, bahkan sebagian besar negara yang berdampak virus ini melakukan hal yang sama.


Sumber : Dokumen pribadi

Sekarang kita fokus ke pembelajaran daring selama pandemi yang berlangsung di Indonesia, khususnya wilayah Sulawesi Selatan atau tepatnya kota Makassar. Meskipun belajar on line itu sebenarnya cukup menyenangkan menurut saya pribadi sebagai seorang guru, tetapi tetap saja ada perasaan yang kurang karena tidak dapat bertatap muka secara langsung dengan peserta didik. Belum lagi bagi guru yang belum menguasai penggunaaan sosial media dan berbagai aplikasi belajar on line. Banyak sekali guru yang merasa kesulitan untuk melakukan belajar daring. Mereka terlebih dahulu perlu mengenal dan belajar menggunakan berbagai aplikasi belajar on line, seperti zoom, google classroom, quizizz, google form, dan sebagainya.

Keterbatasan ruang dan waktu bukan hanya sebuah dilema bagi sebagian guru, namun juga menjadi dilema bagi murid dan juga orang tua murid tentunya. Bahkan tidak hanya itu saja, sebagian mengeluhkan keterbatasan sarana untuk belajar daring, seperti hand phone dan laptop (netbook). Kemudian yang paling disayangkan lagi adalah antusias murid untuk belajar daring berkurang seiring berjalannya waktu, banyak dari mereka yang merasa jenuh dan merasa terbebani dengan tugas-tugas setiap hari. Keluhan yang sama datang dari orang tua murid, mereka berpikir belajar daring menjadi beban sepenuhnya kepada orang tua. Bukan hanya beban dari segi waktu, pikiran dan perasaan saat membimbing anak belajar di rumah, tapi juga beban dari segi finansial. Hal ini merupakan hal yang wajar dirasakan oleh orang tua murid. Apa lagi bagi mereka yang memang memiliki jumlah anak sekolah lebih dari satu dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan atau ekonomi menengah kebawah.


Sumber : dokumen pribadi

Oleh karena itu, perlu kiranya pemerintah untuk lebih memperhatikan hal ini. Karena bagaimanapun, peserta didik mau tidak mau harus melewati hal demikian di masa sekarang. Dan untuk menunjang keberlangsungan belajar daring ini, maka pemerintah harus lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakatnya. Dan sebagai guru,  kita harus lebih banyak belajar tentang penggunaan aplikasi belajar yang dapat menarik minat belajar murid, sehingga mampu mengurangi kejenuhan bahkan mampu meningkatkan semangat belajar anak di rumah. Orang tua juga perlu menyadari peran mereka selama pandemi ini, agar senantiasa bersabar dalam membimbing anak-anak belajar di rumah. Harapan yang besar juga untuk anak-anak murid, untuk lebih giat belajar, tetap semangat dan selalu meningkatkatkan rasa ingin tahunya seiring perkembangan teknologi meskipun ditengah pandemi ini.

 


2 comments:

  1. Maaf bpk ibu ini hanya saran sy klo bisa-sekali kali anak-anak di bagikan voucer kouta bu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trima kasih masukannya, semoga ada kebijakan untuk itu kedepannya. Aamiin 😇🤗

      Delete

Tips dan Trik Menghilangkan Kejenuhan saat Belajar

Belajar merupakan kegiatan yang menyenangkan, dengan belajar kita menjadi banyak tahu. Belajar juga bisa menambah wawasan dan imajinasi pe...