Oleh: Lany Tangkelangi
Kurang lebih tiga bulan belakangan ini
pembelajaran berlansung secara daring atau on
line. Belajar dari rumah menjadi satu-satunya pilihan saat ini, karena
adanya kasus pandemi covid-19 atau
yang lebih dikenal dengan corona virus.
Bukan hanya di Indonesia tentunya, bahkan sebagian besar negara yang berdampak
virus ini melakukan hal yang sama.
Sekarang
kita fokus ke pembelajaran daring selama pandemi yang berlangsung di Indonesia,
khususnya wilayah Sulawesi Selatan atau tepatnya kota Makassar. Meskipun
belajar on line itu sebenarnya cukup
menyenangkan menurut saya pribadi sebagai seorang guru, tetapi tetap saja ada
perasaan yang kurang karena tidak dapat bertatap muka secara langsung dengan
peserta didik. Belum lagi bagi guru yang belum menguasai penggunaaan sosial
media dan berbagai aplikasi belajar on
line. Banyak sekali guru yang merasa kesulitan untuk melakukan belajar
daring. Mereka terlebih dahulu perlu mengenal dan belajar menggunakan berbagai
aplikasi belajar on line, seperti zoom, google classroom, quizizz, google form,
dan sebagainya.
Keterbatasan ruang dan waktu bukan hanya
sebuah dilema bagi sebagian guru, namun juga menjadi dilema bagi murid dan juga
orang tua murid tentunya. Bahkan tidak hanya itu saja, sebagian mengeluhkan
keterbatasan sarana untuk belajar daring, seperti hand phone dan laptop (netbook). Kemudian yang paling
disayangkan lagi adalah antusias murid untuk belajar daring berkurang seiring
berjalannya waktu, banyak dari mereka yang merasa jenuh dan merasa terbebani
dengan tugas-tugas setiap hari. Keluhan yang sama datang dari orang tua murid,
mereka berpikir belajar daring menjadi beban sepenuhnya kepada orang tua. Bukan
hanya beban dari segi waktu, pikiran dan perasaan saat membimbing anak belajar
di rumah, tapi juga beban dari segi finansial. Hal ini merupakan hal yang wajar
dirasakan oleh orang tua murid. Apa lagi bagi mereka yang memang memiliki
jumlah anak sekolah lebih dari satu dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan atau
ekonomi menengah kebawah.
Oleh
karena itu, perlu kiranya pemerintah untuk lebih memperhatikan hal ini. Karena
bagaimanapun, peserta didik mau tidak mau harus melewati hal demikian di masa
sekarang. Dan untuk menunjang keberlangsungan belajar daring ini, maka
pemerintah harus lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakatnya. Dan sebagai
guru, kita harus lebih banyak belajar
tentang penggunaan aplikasi belajar yang dapat menarik minat belajar murid,
sehingga mampu mengurangi kejenuhan bahkan mampu meningkatkan semangat belajar
anak di rumah. Orang tua juga perlu menyadari peran mereka selama pandemi ini,
agar senantiasa bersabar dalam membimbing anak-anak belajar di rumah. Harapan
yang besar juga untuk anak-anak murid, untuk lebih giat belajar, tetap semangat
dan selalu meningkatkatkan rasa ingin tahunya seiring perkembangan teknologi meskipun
ditengah pandemi ini.


Maaf bpk ibu ini hanya saran sy klo bisa-sekali kali anak-anak di bagikan voucer kouta bu
ReplyDeleteTrima kasih masukannya, semoga ada kebijakan untuk itu kedepannya. Aamiin 😇🤗
Delete