Saturday, 20 June 2020

Tips dan Trik Menghilangkan Kejenuhan saat Belajar

Belajar merupakan kegiatan yang menyenangkan, dengan belajar kita menjadi banyak tahu. Belajar juga bisa menambah wawasan dan imajinasi peserta didik. Namun tidak bisa kita pungkiri bahwa terkadang timbul rasa jenuh ketika sedang belajar. Ditambah lagi jika metode atau model pembelajaran yang diterapkan guru masih bersifat monoton. Kemarin menggunakan model belajar itu, hari ini menggunakan model itu lagi, dan besok itu lagi. Bagaimana peserta didik tidak jenuh? Saya senang sekali menampung segala keluhan peserta didik. Banyak dari mereka yang kadang singgah di depan kelas menceritakan pengalaman belajar mereka. 

Sumber : Dokumen pribadi

"Bu mauta kembali ke kelas rendah, banyak sekali permainan dan tidak bosanki saat belajar" curhat salah seorang peserta didik.

Peserta didik yang lain berkata “Mengantukta belajar di kelas, banyak sekali tugas catatan baru tidak ada permainannya. Jarangmiki juga menyanyi-menyanyi Bu

Tidak perlu baper dengan kalimat tersebut. Anggap saja itu bukan sekedar kritikan atau protes dari peserta didik, melainkan masukan yang sangat membangun untuk diri kita pribadi sebagai seorang pendidik. Sehingga kita bisa membenahi cara mengajar kita di kelas.

Jika kalian seorang guru yang sering mendapati di jam pelajaran terakhir peserta didik yang menampakkan muka murung, memelas bahkan sudah gelisah keluar masuk kelas karena rasa jenuh dengan pelajaran dan tugas-tugas, sudah waktunya untuk mengubah model dan metode mengajar. Mari berpikir apa yang harus kita lakukan untuk menghilangkan kejenuhan tersebut!

Nah berikut beberapa tips dan trik yang bisa kita terapkan saat mengajar, agar proses belajar tidak menjenuhkan.

  1. Gunakan berbagai model dan metode mengajar. Usahakan model dan metodenya beragam setiap hari, karena jika hari ini kita gunakan model yang sama dengan hari kemarin, peserta didik akan merasa bosan. Ini yang saya dapati ketika melakukan hal tersebut. Akhirnya saya mencoba untuk mengganti model dan metode mengajar setiap hari.
  2. Jika suasana mulai membosankan beri ice breaking untuk mengembalikan fokus peserta didik. Ini kegiatan yang sangat menyenangkan, peserta didik akan menyukainya. Apa lagi jika ice breakingnya beragam, saya yakin peserta didik akan kembali semangat untuk belajar.
  3. Jangan malu bertanya kepada peserta didik tentang model belajar yang mereka inginkan. Terkadang kita butuh masukan dari peserta didik, mereka lebih tahu apa yang membuat mereka nyaman saat belajar. Misalnya ada peserta didik yang lebih suka berkelompok saat mengerjakan tugas, ada juga yang suka bekerja sendiri-sendiri. Tapi saya sarankan untuk diterapkan di kelas tinggi atau kelas lanjutan.
  4. Jangan bosan berinovasi dengan berbagai model belajar. Jika menghafal dirasa kegiatan yang membosankan, coba ganti cara menghafal dengan bernyanyi misalnya. Materi yang mau dihafalkan dibuat dalam bentuk nyanyian dengan nada yang semangat. Peserta didik akan merasa terhibur dan lebih mudah dalam menghafalkan materi pelajaran.
  5. Memberi reward  kepada peserta didik yang paling antusias saat belajar dan dengan hasil belajar terbaik. Tidak harus dilakukan setiap hari, bisa seminggu sekali atau sebulan sekali.
  6. Jangan lupa selalu bahagia di depan peserta didik. Seperti kita ketahui guru adalah contoh yang ditiru oleh peserta didiknya. Jika kita masuk ke dalam kelas dengan wajah yang lesu dan kurang semangat, maka itu akan berimbas juga kepada semangat belajar peserta didik. Oleh sebab itu jadilah guru yang selalu bahagia di depan peserta didiknya.
Sumber : Dokumen pribadi

Itulah beberapa tips dan trik untuk menghilangkan kejenuhan peserta didik saat belajar. Jika kalian punya tips dan trik yang lain, tinggalkan komentar di bawah!

Terima kasih

Thursday, 18 June 2020

Dilema Belajar Daring selama Pandemi (Corona Virus)

Oleh: Lany Tangkelangi

Kurang lebih tiga bulan belakangan ini pembelajaran berlansung secara daring atau on line. Belajar dari rumah menjadi satu-satunya pilihan saat ini, karena adanya kasus pandemi covid-19 atau yang lebih dikenal dengan corona virus. Bukan hanya di Indonesia tentunya, bahkan sebagian besar negara yang berdampak virus ini melakukan hal yang sama.


Sumber : Dokumen pribadi

Sekarang kita fokus ke pembelajaran daring selama pandemi yang berlangsung di Indonesia, khususnya wilayah Sulawesi Selatan atau tepatnya kota Makassar. Meskipun belajar on line itu sebenarnya cukup menyenangkan menurut saya pribadi sebagai seorang guru, tetapi tetap saja ada perasaan yang kurang karena tidak dapat bertatap muka secara langsung dengan peserta didik. Belum lagi bagi guru yang belum menguasai penggunaaan sosial media dan berbagai aplikasi belajar on line. Banyak sekali guru yang merasa kesulitan untuk melakukan belajar daring. Mereka terlebih dahulu perlu mengenal dan belajar menggunakan berbagai aplikasi belajar on line, seperti zoom, google classroom, quizizz, google form, dan sebagainya.

Keterbatasan ruang dan waktu bukan hanya sebuah dilema bagi sebagian guru, namun juga menjadi dilema bagi murid dan juga orang tua murid tentunya. Bahkan tidak hanya itu saja, sebagian mengeluhkan keterbatasan sarana untuk belajar daring, seperti hand phone dan laptop (netbook). Kemudian yang paling disayangkan lagi adalah antusias murid untuk belajar daring berkurang seiring berjalannya waktu, banyak dari mereka yang merasa jenuh dan merasa terbebani dengan tugas-tugas setiap hari. Keluhan yang sama datang dari orang tua murid, mereka berpikir belajar daring menjadi beban sepenuhnya kepada orang tua. Bukan hanya beban dari segi waktu, pikiran dan perasaan saat membimbing anak belajar di rumah, tapi juga beban dari segi finansial. Hal ini merupakan hal yang wajar dirasakan oleh orang tua murid. Apa lagi bagi mereka yang memang memiliki jumlah anak sekolah lebih dari satu dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan atau ekonomi menengah kebawah.


Sumber : dokumen pribadi

Oleh karena itu, perlu kiranya pemerintah untuk lebih memperhatikan hal ini. Karena bagaimanapun, peserta didik mau tidak mau harus melewati hal demikian di masa sekarang. Dan untuk menunjang keberlangsungan belajar daring ini, maka pemerintah harus lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakatnya. Dan sebagai guru,  kita harus lebih banyak belajar tentang penggunaan aplikasi belajar yang dapat menarik minat belajar murid, sehingga mampu mengurangi kejenuhan bahkan mampu meningkatkan semangat belajar anak di rumah. Orang tua juga perlu menyadari peran mereka selama pandemi ini, agar senantiasa bersabar dalam membimbing anak-anak belajar di rumah. Harapan yang besar juga untuk anak-anak murid, untuk lebih giat belajar, tetap semangat dan selalu meningkatkatkan rasa ingin tahunya seiring perkembangan teknologi meskipun ditengah pandemi ini.

 


Tips dan Trik Menghilangkan Kejenuhan saat Belajar

Belajar merupakan kegiatan yang menyenangkan, dengan belajar kita menjadi banyak tahu. Belajar juga bisa menambah wawasan dan imajinasi pe...